ANALISIS CARA BELAJAR
DARI RUMAH
KB QURROTA A’YUN DI
MASA PANDEMI
PADA TEMA DIRIKU SUB
TEMA PANCA INDERA (TELINGA)
Karya ilmiah ini
disusun guna untuk mengikuti lomba HUT RI ke-75
tingkat KB se-Kecamatan
Giritontro
Disusun oleh;
Nuning Widayati
KB QURROTA A’YUN
SUKOROYOM KULON –
PUCANGANOM - GIRITONTRO
DAFTAR ISI
Cover............................. i
Daftar isi............................ ii
BAB I PENDAHULUAN ........... 1
A.
Latar belakang masalah........................ 1
B.
Rumusan masalah................................... 2
C.
Tujuan penulisan....................................... 2
D.
Manfaat penulisan.......................................... 2
BAB II PEMBAHASAN........................................ 3
A.
Konsep belajar dari rumah............................... 3
B. Cara
Belajar dari Rumah yang dilakukan di KB Qurrota A’yun selama Pandemi
pada Tema Diriku
Sub Tema Panca Indera..................... 5
BAB III PENUTUP..................................................... 9
A.
Kesimpulan............................................................ 9
B.
Saran dan Kritik...................................................... 9
Daftar Pustaka................................................................ 10
Lampiran-Lampiran
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Secara
Etimologi pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan
kekuatan individu. Secara sederhana, pendidikan adalah proses pembelajaran bagi
peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis
dalam berpikir. Pendidikan dalam pandangan sederhana adalah suatu sistem
pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai
dengan cita-cita, sehingga dengan mudah ia dapat membentuk hidupnya sesuai
dengan Pelajaran Islam atau norma yang berlaku.
Pendidikan
adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya dan masyarakat.
Pendidikan
anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak
lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar
anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan
yang diberikan pada anak usia dini Kelompok Bermain (KB), dimaksudkan untuk
membantu anak mencapai tahap perkembangannya secara optimal dan disesuaikan
dengan usia dan kemampuan anak. Stimulus-stimulus yang diberikan dapat
mengembangkan aspek perkembangan anak secara keseluruhan yang meliputi aspek
kognitif, bahasa, sosial, emosional dan fisik motorik.
Di
masa pandemi seperti saat ini, anak-anak dituntut untuk belajar dari rumah.
Sekolah diliburkan karena adanya pembatasan kedekatan fisik dan kerumunan (physical
and social distancing). Pendidik sebagai fasilitator bagi orangtua dalam
melakukan kegiatan bermain anak melalui berbagai komunikasi virtual.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
konsep belajar dari rumah?
2. Bagaimana
cara belajar dari rumah yang dilakukan di KB Qurrota A’yun selama pandemi pada
tema Diriku sub tema Panca Indera?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Untuk
mengetahui konsep belajar dari rumah.
2. Untuk
mengetahui cara belajar dari rumah yang dilakukan di KB Qurrota A’yun selama
pandemi pada tema Diriku.
D.
Manfaat
Penulisan
1. Bagi Penulis
a. Menambah
wawasan dan ilmu baru untuk bekal mengajar di lembaga.
b. Menambah
pengalaman baru dalam mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilan yang
pernah dipelajari.
2. Bagi Pembaca
a. Menambah
pengetahuan dan wawasan tentang konsep belajar dari rumah.
b. Bisa
dijadikan bahan referensi untuk mengajar di lembaga yang diampu.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Konsep
Belajar dari Rumah
1. Pengertian dan Tujuan Belajar dari Rumah
Belajar dari
rumah (BDR) adalah situasi yang tidak terelakkan dalam situasi pandemi ini.
Kegiatan belajar dari rumah terjadi ketika adanya pembatasan kedekatan fisik
dan kerumunan (physical and social distancing). Jadi, pada kegiatan
belajar dari rumah ini seorang pendidik menjadi fasilitator bagi orangtua dalam
melakukan kegiatan bermain anak melalui berbagai komunikasi. Kerjasama antar
pendidik dengan orangtua menjadi sangat erat. Jika kerjasama antar keduanya
baik, maka hasil pencapaian juga baik.
Adapun
tujuan belajar dari rumah diantaranya adalah:
a. Memastikan
pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat
COVID-19;
b. Melindungi
warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19;
c. Mencegah
penyebaran dan penularan COVID-19 disatuan pendidikan;
d. Memastikan
pemenuhan dukungan psikologi bagi pendidik, peserta didik dan orangtua/wali.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa, tujuan belajar dari rumah adalah untuk pemenuhan hak peserta
didik mendapatkan layanan pendidikan dengan berbagai komunikasi yang dilakukan
disatuan pendidikan.
2. Prinsip Belajar dari Rumah
Prinsip adalah
kebenaran yang menjadi pokok dasar berfikir atau bertindak.
Adapun prinsip belajar dari rumah ialah sebagai berikut:
a. Keselamatan
dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan
seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan
belajar dari rumah;
b. Kegiatan
belajar dari rumah dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang
bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh
capaian kurikulum;
c. Belajar
dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain
mengenai pandemi COVID-19;
d. Materi
pembelajaran bersifat inklusif sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan,
konteks budaya, karakter dan jenis kekhusukan peserta didik;
e. Aktivitas
dan penugasan selama belajar dari rumah dapat bervariasi antar daerah, satuan
pendidikan dan peserta didik sesuai minat dan kondisi masing-masing termasuk
mempertimbangkan kesenjangan akses terhadap fasilitas belajar dari rumah;
f. Hasil
belajar peserta didik selama belajar dari rumah diberi umpan balik yang
bersifat kualitatif dan berguna dari pendidik tanpa diharuskan member skor atau
nilai kuantitatif;
g. Mengedepankan
pola interaksi dan komunikasi yang positif antara pendidik dengan orangtua atau
wali.
3. Metode belajar dari rumah
Metode adalah
cara yang digunakan pendidik untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik.
Metode yang dilakukan pada kegiatan belajar dari rumah ada dua cara:
a. Dalam
Jaringan (Daring) ialah dengan menggunakan gawai (gadget) maupun laptop melalui
beberapa portal dan aplikasi pembelajaran daring;
b. Luar
Jaringan (Luring) ialah dengan menggunakan televisi, radio, modul belajar
mandiri dan lembar kerja bahan ajar cetak, alat peraga dan media belajar dari
benda di lingkungan sekitar.
Luar jaringan juga dapat dilakukan
dengan cara Home Visit atau berkelompok. Home Visit dilakukan
dengan cara mengunjungi rumah peserta didik satu per satu. Berkelompok dilakukan
dengan cara pendidik membagi peserta didik sesuai alamat yang berdekatan.
Luring dapat dilakukan maksimal selama satu jam dalam sekali tatap muka dengan
memperhatikan protokol kesehatan.
B.
Cara
Belajar dari Rumah yang dilakukan di KB Qurrota A’yun selama Pandemi pada Tema
Diriku Sub Tema Panca Indera
1. Rencana
Program Pembelajaran Harian (RPPH)
Semester/Minggu
ke/Hari ke/
Hari/Tanggal
Kelompok
Usia
Tema/Sub
Tema
KD
Materi
Kegiatan
Main
Alat
dan Bahan
Karakter
|
:
:
:
:
:
:
:
:
|
I
/ 3 / 3
KB
Diriku
/ Panca Indera (Telinga)
1.1-2.5-2.8-2.12-3.1-4.1-3.3-4.3-3.11-4.11-3.12-4.12-3.14-4.14
-
Telingaku ciptaan Tuhan
-
Berani tampil di depan umum
-
Menpendidiks diri sendiri
-
Memohon dan member maaf
-
Menyanyi lagu panca indera
-
Macam-macam suara
-
Menggerakkan jari-jari tangan
-
Hobiku
Kelompok
dengan kegiatan pengamanan
- Gambar anak
- Terompet
- Kertas, lem, gunting
- Pensil
Bersahabat
komunikatif
|
Proses
Kegiatan
A. Pembukaan
1. Penerapan SOP pembukaan;
2. Berdiskusi tentang panca indera;
3. Berdiskusi tentang cara menajaga telingan;
4. Menyanyi lagu panca indera;
B. Inti
1. Bermain terompet;
2. Mewarnai bentuk terompet;
3. Menirukan kata telinga;
C. Recalling
1. Merapikan alat-alat yang telah digunakan;
2. Diskusi tentang perasaan diri selama melakukan
kegiatan bermain;
3. Menceritakan dan menunjukkan hasil karyanya;
4. Penguatan pengetahuan yang didapat anak;
D. Penutup
1. Menanyakan perasaannya selama hari ini;
2. Berdiskusi kegiatan apasaja yang sudah dilakukan
hari ini;
3. Bercerita pendek yang berisi tentang pesan-pesan;
4. Menginformasikan kegiatan untuk besok;
5. Penerapan SOP penutupan;
E. Rencana Penilaian
1. Sikap
a. Mensyukuri bahwa telinga sebagai ciptaan Tuhan;
b. Menggunakan kata sopan pada saat bertanya;
2. Pengetahuan dan Keterampilan
a. Dapat menyebutkan fungsi telinga;
b. Dapat menceritakan cara merawat telinga;
c. Dapat mewarnai bentuk terompet;
d. Dapat menirukan kata telinga;
|
Mengetahui
|
|
Pengelola
KB Qurrota A’yun
Nur
Aeni, S.Sos
|
Pendidik
Kelompok
Nuning
Widayati
|
|
|
|
|
2. Proses
Kegiatan Belajar dari Rumah KB Qurrota A’yun
Langkah awal
yang dilakukan para pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar dari rumah ialah
membuat ketentuan-ketentuan tertentu yang disetujui oleh pengelola, pendidik
dan orangtua. Adapun ketentuan-ketentuan yang telah disepakati antara
pengelola, pendidik dan orangtua ialah sebagai berikut;
a. Belajar
dari rumah (BDR) dilaksanakan dua kali dalam satu minggu;
b. Waktu
pembelajaran BDR dimulai pukul 08:00 wib s/d 09:00 wib;
c. Hasil
pembelajaran BDR bisa dikirim berupa video, audio atau foto yang dikirim
melalui Whatsapp Group;
d. Pengiriman
hasil karya dibatasi waktu sampai pukul 20:00 wib;
e. Selama
pembelajaran BDR berlangsung, orangtua mendapingi peserta didik;
f. Jika
peserta didik tidak dapat mengikuti kegiatan BDR, dimohon untuk ijin;
g. Setiap
sesi kegiatan pembelajaran BDR, pendidik akan memberikan nilai sesuai dengan
kemampuan anak;
*
|
:
Belum Berkembang
|
**
|
:
Mulai Berkembang
|
*** 
|
:
Berkembang Sesuai Harapan
|
****   
|
:
Berkembang Sangat Baik
|
Setelah
menentukan ketentuan-ketentuan tersebut, kemudian pendidik menentukan program
kegiatan belajar dari rumah. Kegiatan belajar dari rumah yang dilakukan di KB
Qurrota A’yun adalah Daring dan Luring.
Kegiatan daring
dilakukan dua hari dalam satu minggu. Adapun kegiatan luring dilakukan satu
kali dalam satu minggu. Kegiatan luring dibuat kelompok, pembagian kelompok
berdasarkan alamat peserta didik yang berdekatan dan masing-masing kelompok
beranggotakan kurang lebih enam peserta didik. Kegiatan luring tetap
menggunakan protokol kesehatan yaitu dengan tetap memakai masker serta mencuci
tangan sebelum dan sesudah belajar.
Dalam karya
ilmiah ini, akan memberikan satu contoh kegiatan daring yang telah dilakukan
pada sub tema panca indera sesuai RPPH di atas;
a. Kegiatan
awal. Pendidik memberi salam, menyapa dan menanyakan kabar peserta didik;
b. Pendidik
menjelaskan tema dan sub tema yang akan dipelajari;
c. Pendidik
menjelaskan apa itu panca indera;
d. Pendidik
menjelaskan bagaimana cara menjaga telinga agar selalu bersih dan sehat;
e. Pendidik
mengajak bernyanyi lagu “Panca Indera”
Lirik Lagu Panca Indera (Nada Lagu Aku Punya Anjing Kecil)
PANCA
INDERA
Aku punya panca
indera
Semua ada lima
Mata melihat
Hidung mencium
Telinga untuk
mendengar
Lidah merasa
Kulit meraba
Semua ciptaan
Tuhan
f. Kegiatan
inti. Pendidik menjelaskan tugas yang harus dilakukan pada sub tema panca
indera (telinga); adapun tugasnya pada tema ini ialah ada dua. Pertama, peserta
didik dibantu orangtua untuk menggambar bentuk terompet dan mewarnainya. Tugas
kedua, orangtua menulis kata telinga dan peserta didik menirukan kata telinga
di bawahnya. (Dokumen foto kegiatan peserta didik ada di lampiran)
g. Kegiatan
penutup. Pendidik mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dan tetap
semangat belajar dari rumah, kemudian pendidik mengakhiri kegiatan dengan
salam.
h. Penilaian
yang digunakan dalam kegiatan daring ialah ada dua. Pertama, pendidik
memberikan bintang dan ucapan terimakasih ketika peserta didik mengerjakan dan
mengumpulkan foto lewat Whatsapp Group kelas. Kedua, pendidik
menggunakan lembar penilaian. (Contoh lembar penilaian ada di lampiran)
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kegiatan
belajar dari rumah yang telah dilakukan di KB Qurrota A’yun berjalan dengan
lancar. Kerjasama yang terjadi antara pendidik dan orangtua sangat baik, sehingga
hasil belajarnya juga baik. Orangtua sangat antusias dan telaten membantu
peserta didik mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan oleh pendidik.
Peserta didik mengumpulkan hasil karyanya tepat waktu. Kerjasama yang baik
menjadi pendukung utama tercapainya sebuah pembelajaran.
Kegiatan
daring menjadi pengalaman pertama bagi pendidik, peserta didik dan juga
orangtua. Karena pada kegiatan daring, orangtua menjadi peran penting. Pendidik
menjadi fasilitator untuk orangtua, kemudian orangtua menyampaikan ke peserta
didik dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti untuk peserta didik.
B.
Kritik
dan Saran
Belajar
dari rumah dapat dikatakan lebih sulit, karena pendidik juga harus lebih pandai
untuk mengolah kata-kata ketika Voice note, mencari kalimat yang mudah
difahami baik oleh peserta didik atau orangtua. Ketika pembelajaran langsung
lewat tatap muka, pendidik bisa memberikan contoh nyata, namun ketika
pembelajaran daring pendidik hanya mampu memberikan contoh melalui gambar dan
video atau pesan suara.
Oleh
karena itu, pendidik diharapkan lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan
pembelajaran agar dapat tersampaikan dengan jelas dan pencapaian hasilnya juga
maksimal. Pendidik yang kreatif dan inovatif sangat mempengaruhi kegiatan
pembelajaran.
DAFTAR
PUSTAKA