GEDUNG SENDIRI

GEDUNG SENDIRI
wajah baru

Rabu, 28 Januari 2026

TARI INDANG - TARI BADINDING

 TARI INDANG ATAU TARI INDANG 




MARS PAUD KB QURROTA A’YUN

 MARS PAUD KB QURROTA A’YUN


Bait 1
Qurrota A’yun tempat kami belajar
Penyejuk mata, penenang hati
Datang gembira penuh semangat
Menjadi anak yang berprestasi

Bait 2
Belajar iman sejak dini
Rajin sholat, rajin mengaji
Berilmu, beramal sholeh
Berakhlak mulia setiap hari

Reff
Qurrota A’yun… kami ceria
Cerdas, beriman, berilmu mulia
Aktif, kreatif dan mandiri
Menggapai masa depan gemilang

Qurrota A’yun… kami bahagia
Mengukir mimpi dengan doa
Menjadi generasi sholeh sholehah
Kebanggaan orang tua

Outro
Qurrota A’yun…
Berkah dunia akhirat ✨






Selasa, 02 Mei 2023

MEMPERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

 KB & RA QURROTA A'YUN 

SELENGGARAKAN UPACARA HARDIKNAS DAN LOMBA

Upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati di Indonesia setiap tanggal 2 Mei. Lantas, seperti apa sejarah di balik peringatan Hari Pendidikan Nasional?

Pada peringatan Hardiknas, biasanya diselenggarakan upacara bendera di berbagai instansi pendidikan maupun pemerintah. Selain itu, Hari Pendidikan Nasional juga identik dengan berbagai kegiatan lomba di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi.

Lomba mewarnai Gambar Ki Hajar Dewantara

Peringatan Hardiknas ini menjadi momen refleksi bagi semua pihak akan pentingnya pendidikan bagi suatu bangsa dan negara.

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Sejarah ditetapkannya Hari Pendidikan Nasional tidak lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah tokoh pelopor pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan belanda.

Melansir laman Kemendikbud, Hari Pendidikan Nasional ditetapkan pada tanggal 2 mei sebagai hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara. Ia lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta, dengan nama R.M. Suwardi Suryadingrat.


Ki Hadjar lahir dari kalangan keluarga ningrat di Yogyakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia pun mengenyam pendidikan di STOVIA, sebuah sekolah dokter pada zaman Hindia Belanda.


Namun karena sakit, akhirnya ia tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di sana. Gagal menjadi dokter, akhirnya ia menjadi seorang wartawan di beberapa media surat kabar seperti De Express, Utusan Hindia dan Kaum Muda.

Selama masa kolonialisme, Ki Hadjar dikenal berani dalam menentang berbagai kebijakan pemerintah Hindia Belanda. Khususnya kebijakan yang hanya membolehkan anak-anak keturunan Belanda dan kaum priyayi yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

Karena kritikan dan perlawanannya ini, akhirnya Ki Hadjar pun diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangungkusumo. Ketiga tokoh inilah yang dikenal sebagai "Tiga Serangkai".

Setelah kembali ke Indonesia, dia pun mendirikan lembaga pendidikan Tamansiswa (Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa). Dan setelah Indonesia merdeka, Ki Hadjar pun diangkat menjadi Menteri Pendidikan.

Karya-karya Ki Hadjar Dewantara pun menjadi landasan dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. Salah satu semboyannya yang paling terkenal adalah "Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangungkarso, Tut Wuri Handayani" yang artinya "Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan". Semboyan tersebut akhirnya menjadi slogan pendidikan yang digunakan hingga saat ini.

Atas semua jasa-jasanya tersebut, Ki Hadjar Dewantara pun dianugerahkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959, hari kelahirannya, 2 Mei yang merupakan hari lahir Ki Hadjar ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Pendidikan Nasional diselenggarakan berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pendidikan Nasional ini bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk masyarakat yang religius, menjunjung kebinekaan, demokratis dan bermartabat, memajukan peradaban serta mensejahteran umat manusia lahir dan batin.

Semboyan Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Mengutip detikEdu, Gagasan Ki Hadjar Dewantara tentang Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, menjadi semboyan dalam sistem pendidikan Nasional. Semboyan ini berasal dari bahasa Jawa dan menerangkan tentang peranan seseorang dalam kehidupan.

Berikut makna semboyan tersebut:


Ing ngarsa sung tuladha, artinya ketika di depan kita harus memberi contoh atau suri teladan bagi mereka yang berada di tengah dan belakang.
Ing madya mangun karsa, artinya ketika di tengah kita harus bisa memberikan semangat untuk kemajuan.
Tut wuri handayani, artinya ketika di belakang kita harus mampu memberikan dorongan.
Demikianlah penjelasan tentang sejarah hari pendidikan nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Selamat memperingati Hardiknas 2023!

Selasa, 21 Maret 2023

GEBYAR RAMADHAN

 GEMBIRA MENYAMBUT RAMADHAN

Giritoontro, 21 Maret 2023

Anak-anak yang penting gembira. Belajarpun harus ddengan gembira. Karena gembira itu wajib hukumnya. Buat apa susah, susah itu tak ada gunanya, seperti lagu.

Menyambut ramadhan dengan rasa gembir juga "dhawuh" Rasulullah SAW. Gembira menyambut bulan yang penuh BERKAH, AMPUNAN dan bulan panen PAHALA. Karena musim panen, maka banyak orang bergembira. Tak terkecuali anak-anak kita yang belajar di PAUD-KB dan RA Qurrota A'yun Giritontro.

Masing-masing orang punya cara tersendiri di dalam mengekpresikan kegembiraannya. kalau di Semarang ada DUGDERAN di Kudus ada DANDHANGAN dan di daerah lain bermacam ragam namanya. Yang penting gembira dahulu. 

Melihat foto di bawah ini, tentu merupakan ekpsresi kegembiraan ala kadarnya. Yang penting bahagia dengan yang ada.. Sambil belajar syukur atas karunia Allah, nerimo ing pandum yang merupakan manivestasi iman kepada Qadha dan Qadar Allah SWT.



Rabu, 28 September 2022

AKREDITASI RA QURROTA A'YUN GIRITONTRO

AKREDITASI RA QURROTA A'YUN GIRITONTRO 

Giritontro, 24 September 2022. 
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan pada RA Qurrota A'yun, hari ini menerima kunjungan Visitasi Akreditasi team Assesor BAN PAUD Nasional,Ibu Istikomah,S.Ag.,M.Pd.I dan Ibu Sumiyati,S.Ag.,M.Pd.I. didampingi oleh pengawas madrasah pada Kantor Kementerian Agama Bapak Mustofa Ichsanudin,MSI. 
Sebagaimana diketahui bahwa Visitasi adalah kegiatan verifikasi dan klarifikasi isian instrumen akreditasi, instrumen pengumpulan data dan informasi pendukung (IPDIP), mengacu pada petunjuk teknis pengisian instrumen akreditasi serta observasi kegiatan pembelajaran di kelas dan kondisi lingkungan sekolah/madrasah. 
Dalam paparannya, Ibu Istikomah menyampaikan bahwa Visitasi ini adalah langkah awal menuju akreditasi. Karena kegiatan ini merupakan pengamatan visual apa yang dilakukan oleh RA Qurrota A'yun, baik kegiatan Belajar Mengajarnya maupun kelengkapan pembelajarannya. " Kami datang untuk memotret, melihat, lalu mewawancarai Guru maupun Wali murid, untuk mendapatkan data visual yang selanjutnya akan kami laporkan kepada BAN PAUD", kata Istokomah. Selanjutknya akan dilakukan Validasi, dan seterusnya verifikasi, tambahnya. 
Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Qurrota A'yun Giritontro, Mantep Miharso,S.Ag.,MSI menyambut kehadiran Team Asesor. dalam sambutannya, mantep Miharso menyampaikan terima kasih kepada Team Asesor, dan memohon kemudahan di dalam pelaksanaan visitasi ini. "Selamat datang kepada team asesor, RA qurrota A'yun sudah berdiri sejak tahun 2012, dengan semangat yang luar biasa dari guru-gurunya yang ikhlas. dan tahun ajaran 2022/2023 mengelola murid/peserta didik sebanyak 73 anak. Untuk itu kami hanya tidak meminta yang neko-neko, hanya ada pesan : "man yassaro musliman, yassarollohu fid dun-yaa wal akhiroh" artinya : barang siapa memudahkan seorang muslim, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat." pintanya.
Semoga para guru dan penyelenggara mendapat tambahan ilmu yang manfaat.

 

Kamis, 04 Maret 2021

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN 2021

Paud KB dan RA/TK Qurrota A'yun Giritontro telah membuka pendaftaran peserta didik baru tahun 2021/2022, mulai sekarang. Syarat Pendaftaran : 1. Mengisi formulir pendaftaran 2. Menyerahkan Fotocopy akte kelahiran Anask ( 2 lembar ) 3. Menyerahkan Fotocopy Kartu Keluarga ( 1 lembar ) 4. Menyerahkan Ps foto anak 3x4 berwarna ( 2 lembar )
Mari kita didik anak anak kita bersama, mengenal Allah, mengenal alam, dan mengenal dirinya sendiri, supaya di kemudian hari anak bisa mandiri dengan landasan Iman dan Taqwa. ( MM )

Senin, 07 Desember 2020

Pentingnya Mengenalkan Asmaul Husna Sejak Dini


Sejak dini seorang anak harus mendapatkan pembelajaran agama, yang tujuannya agar ajaran agama dapat tertanam dengan baik dalam hati. 

Harapannya setelah beranjak dewasa  nanti  seorang anak dapat benar-benar menjalani kehidupannya dengan berlandaskan ajaran agama.

Dan salah satu pembelajaran agama yang harus di ajarkan sejak usia dini diantaranya adalah dengan mengenalkan Amaul Husna pada anak.

Sangat penting bagi orang tua atau pengajar untuk mengenalkan Asmaul Husna. Dengan mengenalkan Nama-nama Allah yang indah dan baik, maka seorang anak akan mengenal keagungan dan kekuasaan Allah yang tiada satu makhluk pun yang dapat menandingi-Nya.

Rasa cinta dan takut kepada Allah juga akan tumbuh, serta anak akan menjadi pribadi yang kuat serta terbentuknya akhlak terpuji, sehingga akan menjadi modal keimanan yang kuat bagi seorang anak dan akan berdampak sangat baik bagi masa depannya.

Menghafal Asmaul Husna

Oleh: Dibby Nabilla Azzahra (Siswi RA Qurrota A'yun)

Lihat Video: